POTRET
KEHIDUPAN PARA PEMULUNG
TANJUNGPINANG
(08.04.13): Aroma yang
menyengat dan lalat-lalat bertebaran dimana-mana tidak menyurutkan
keingin para pengais reski yang kesehariannya berdiri dan bergelimang dengan
barang-barang bekas dan bau-bau yang menyengat.
Ketika
mewawancarai beberapa pemulung yang lagi berebutan mencari barang bekas ada
salah satu dari mereka yang berhenti dan mau di wawancarai dengan wajah sopan,
yaitu Rosnida seorang pemulung yang berusia 45 tahunan.
“Saya keseharian duduk
dan menunggu truk-truk yang baru datang yang membawa barang-barang bekas atau
membawa sampah-sampah yang berasal di seluruh penjuru Tanjungpinang, dengan
raut wajah yang lesu dan berpakain kumal
Rosnida selalu berebutan dengan orang-orang lain yang mengais reski di
tumpukan sampah ini.
Rosnida bercerita jika
di di tanyakan satu persatu ada nasib dari mereka yang lebih prihatin dan ada
yang beruntung ketika mencari barang bekas di tumpukan TPA ini, walau bauk
menyengat dan lingkuhan yang di penuhi lalat hijau tidak membuat mereka
menyerah hanya demi bertahan hidup.
Masih banyak pemulung
lain yang tidak mau menyebutkan namanya, mereka mengatakan kepada saya mencari
sampah atau barang bekas di sekitar TPA ini untung-untungan mbak , terkadang
banyak terkadang sedikit.
Mereka menceritakn di
TPA ini sampahnya sebahagian di kelola untuk di jadikan pupuk karna di liat di
sebelah tumpukan sampah ada tiga buah kolam yang di gunakan untuk penyulingan
atau proses pembuatan pupuk.
Seorang petugas
kebersihan yang di wawancarai mengungkapkan bekerja disini harus tahan banting
Mbak karena keseharian berkecimpung dengan aroma yang menyengat, jika tidak
kuat bisa muntah-muntah ungkapnya dia melarang untuk di tuliskan namanya.
Setelah 1 jam keliling
dan berbicara dengan beberapa pemulung akhirnya menjumpai Rosnida kembali
dengan bajunya yang beraroma kurang bagus saya tetap bersikap biasa saja.
Sambil wawancara ibu Rosnida menyantap makanan yang di antar oleh sang anaknya
walaupun aroma yang kurang sedap selalu berada di hidungnya, dengan tangan yang
kotor dari barang bekas Rosnida tetap lahap menyantap maknannya.(Resha Agustia)
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking