Dinsdag 28 Mei 2013

FASILITAS PELABUHAN YANG TIDAK DIPERHATIKAN

Pelabuhan Tanjungpinang Sri Bintan Pura merupakan pelabuhan kebanggaan masyarakat Tanjungpinang yang telah melayani jasa bagi masyarakat dari dulunya. Setiap hari tidak terhitung berapa banyak masyarakat yang keluar masuk. Baik tujuan lokal, nasional ataupun internasional. Jika kita melihat dari perkembangan Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi. Tidak layak rasanya jika pelabuhannya semeraut dalam bidang jasa parkiran dan dari segi keuntungan mungkin penyumbang salah satu PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang besar bagi pemda setempat. Beberapa orang karyawan jasa parkiran sempat saya wawancara. Mereka mengungkapkan mengeluh dengan mengatasi parkiran. Karena setiap masyarakat yang masuk terkadang disuruh masuk di areal tempat parkiran malah cenderung duduk diatas motor atau mobil yang berdekatan dengan gerbang pintu masuk. Itu salah satunya. Begitu juga dengan mobil plat merah yang dari hasil uang masyarakat. Yang paling sulit diatur karena setiap disuruh parkir dekat arealnya selalu alasannya jemput pejabat. Jadi kami serba salah. Padahal pejabat dengan orang lain sama saja tetap akan terjadi kemacetan. Ditambah lokasi jalan yang sempit dan sebagian berlobang. Seharusnya pemda setempat harus membenahi semua fasiitas yang ada di pelabuhan. Baik itu dari segi jalan, dermaga, hingga di pelayanan. Baik pemda ataupun PT Pelindo dan ADPEL harus saling berkoordinasi untuk membenahi pelabuhan. Karena pelabuhan Sri Bintan Pura merupakan salah satu pintu gerbang untuk ke ibukota Provinsi. Yang pastinya mencerminkan sebagai salah satu kota besar. Tapi jika dilihat dari pintu gerbang saja sudah semeraut dan tidak bagus pelayanannya. Jangankan orang luar menilai jelek, kita-kita masyarakat saja sudah menilai jelek. Sementara uang yang dihasilkan sangat banyak. Begitu juga dengan pemda setempat yang APBD nya juga tergolong besar.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking